Minggu, 09 September 2012

Renungan untuk diri sendiri

Sesungguhnya hitungan nafas telah ditetapkan, hitungan detik telah diperhitungkan.
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi modal tapi tidak digunakannya,
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi nafas tapi disia-siakannya,
sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi waktu tapi disia-siakannya
Demi Allah, sesungguhnya semakin dekat ujung kehidupan kita, Hisab semakin nyata, dan sesungguhnya Hisab Allah amatlah berat, Janganlah sia-siakan nafas kita, jangan sia-siakan waktu kita, Sesungguhnya Hanya Allahlah tujuan kita. Perjalanan hidup manusia, menempuh alam dunia menghabiskan waktu, yang tiada lama. Usia bertambah makin senja, tiada terasa tak tersadar. Semakin dekatlah kematian, akan menjelang tiba.
Sadarilah, usia amanah dari Ilahi
Sadarilah, ia pasti kan dimintai
Pertanggung jawabannya pada Ilahi
Sadarilah, jalani hidup ini penuh makna
Sadarilah, pastikan ia berarti diakhirat yang abadi

Wahai Tuhanku, apa yang hamba perbuat selama ini berupa perbuatan perbuatan yang Engkau larang hamba melakukannya, sedangka hamba belum bertaubat dari padanya dan Engkau tidak meridhainya dan tidak melupakannya, dan Engkaupun telah menyayangi hamba setelah Engkaupun kuasa untuk menyiksa hamba, kemudian Engkau menyeru hamba untuk bertaubat setelah hamba bermaksiat kepada Engkau. Karena itu, hamba mohon ampunan dari Engkau, maka ampunilah hamba dengan Anugerah-Mu.
Dan apa yang telah hamba kerjakan selama ini adalah berupa perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan pahala atasnya, Hamba mohon pada-Mu wahai Tuhanku, Dzat Yang Maha Mulia, yang memiliki Kebesaran dan Kemuliaan, agar Engkau terima amalan hamba dan jangan hendaknya Engkau putuskan harapan hamba dari-Mu, wahai Dzat Yang Maha Mulia.
Wahai Tuhanku, Engkau adalah Dzat Yang Maha Kekal, dahulu dan Awal. Hanya denga anugerah dan kemurahan-Mu yang agung, telah datang tahun kedepan usiaku. Di tahun ini kami memohon pemeliharaan-Mu dari Syetan, kekasihnya dan balatentaranya, dan kami memohon pertolongan-Mu atas hawa nafsu yang mengajak kepada kejelekan, dan kami memohon kesibukan dengan perbuatan yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki kebesaran dan kemuliaan.
Amiin ya robbal ‘alamiin.

Jumat, 10 Agustus 2012

Kepompong Ramadhan


take 1 ( music 071)
Pada sebuah pohon yang rindang, terdapatlah sekelompok ulat bulu yang sedang asyik bermain-main.
(ulat-ulat masuk ke panggung)
Mereka sedang menikmati daun-daunan yang segar sambil bersenda gurau. Mereka lahap memakan dedauanan sebanyak-banyaknya, bahkan ada yang sampai kekenyangan

take 2 (music 076)
Lalu tiba-tiba mereka dikejutkan dengan datangnya se-ekor kupu-kupu yang begitu cantik dan menawan.
( kupu-kupu masuk ke panggung)

Ulat-ulat itu terpesona, mengagumi keindahan kupu-kupu itu. Kupu-kupu itu begitu menarik di pandangan mereka dan menjadi pusat perhatian dari ulat-ulat yang terdecak kagum.


“hi, siapa engkau?? Engkau begitu indah dan menawan, tidak seperti kami menjijikan dan menyeramkan.” Ujar seekor ulat pada kupu-kupu

“tahukah kamu wahai sahabatku ulat..aku juga dulu seperti kalian, hanya se-ekor ulat yng menjijikan, tak ada manusia yang mau mendekati aku. Lalu dengan proses panjang aku merubah diriku menjadi seperti ini. Yah...sekarang aku adalah se ekor kupu-kupu yang dicintai semua makhluk karena keindahan ku.”

“jadi kamu dulu juga se-ekor ulat seperti kami?? Lalu bagaimana caranya agar kami bisa menjadi seperti kamu??”

“kalian harus puasa selama 30 hari, tidak makan dan tidak minum, tahan dengan segala ujian yang sudah di tentukan-Nya, kalau kalian bisa melakukan itu, insyallah kalian pun akan menjadi seperti aku yang dicintai manusia.”

Kupu-kupu itu lalu pergi dan hinggap pada pohon yang lain.

Beberapa ulat itu kemudian mengikuti saran dari kupu2 untuk berpuasa selama 30 hari.
Tapi ada juga sedikit dari ulat itu yang tidak mau mengikuti apa yang disarankan kupu2.
Menurut mereka terlalu berat jika harus berhenti makan dan minum selama 30 hari.
Mereka pasrah dengan keadaanya sebagai ulat yang menjijikan.

(ulat2 yang akan berpuasa langsung memisahkan diri dgn ulat2 yang tidak mau berpuasa)

take 3 ( music )
Dalam perjalannya menjadi se ekor kupu-kupu, teman-temannya yang lain berusaha menggoda dan merayu mereka yang sedang berpuasa,
“sudahlah, kalian jangan menyiksa diri kalian, makanan ini begitu nikmat”.
"untuk apa berpuasa...? mana lapar, hauus pula...sudahlah ..ayo  makanlah daun2an lezat ini.."

ada beberapa ulat yang tergoda rayuan temannya
dan akhirnya mereka menghentikan meditasi mereka

Namun sebagian masih tetap dalam pendiriannya, tetap berpuasa, karena mereka yakin akhir dari perjalanan ini adalah keindahan yang begitu menakjubkan. Mereka tetap konsisten, tetap sabar dan terus berjuang dalam sangkar yang bernama kepompong..

(para kepompong masuk panggung, mengelilingi ulat yg sdg bermeditasi)

Kepompong menghimpit raga sang ulat
Menghisap cairan sampai saripatinya
Membelenggu kaki tangannya dalam tapa

Ternyata, kepompong adalah hadiah terindah
Dari Sang Pencipta untuk kehidupan

(para kepompong memasangkan sayap)

Kepompong mengalirkan cairan
Membentuk badan kupu-kupu yang siap terbang
Membentangkan sayapnya dengan simetris
Mengalirkan zat pewarna yang indah

take 4 ( music)
Sampai harinya tiba..tepat dihari ke 30 mereka keluar dari sangkarnya itu, lalu mengepakan sayap cantik, dengan corak warna warni yang begitu indah dan mempesona, mereka terbang...terbang bergembira..mereka tersenyum puas memandangi tubuhnya telah berubah total dari ulat yang menjijikan menjadi kupu2 yang indah nan jelita..mereka bersyukur saat terbang diatas danau bening yang memantulkan wujud mereka yang baru..mereka menjadi kupu-kupu yang jelita dan menawan

Sementara teman2nya hanya menatap terpesona dan penuh penyesalan...

take 5 (music )

Kawan!!
Untuk menjadi pribadi yang dicintai oleh semua orang, menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi pribadi yang berbeda dari sebelumnya, menjadi seorang yang sholeh, menjadi pribadi yang selalu berkata benar dari yang sebelumnya pembohong, menjadi pembela agama Allah dari sebelumnya memusuhi agama Allah, tidak bisa dilakukan dengan instan lantas jadi seperti yang diinginkan! Semua itu butuh proses panjang dan harus menghadapi ujian demi ujian.

Ramadhan adalah satu sarana yang selalu Allah berikan kepada kita setiap tahunnya. Jika kita mampu memanfaatkan dengan baik, bukan tidak mungkin kita akan menjadi kupu-kupu yang indah dan menawan.
Di bulan ini kita dilatih dengan berbagai pelatihan yang sangat mendukung agar menjadi pribadi yang menawan, menjadi pribadi yang beruntung, bertaqwa, serta menjadi pribadi yang bersih baik dzahir maupun bathin.
Kita berlatih untuk bersabar menahan nafsu dan amarah, kita dilatih untuk peduli dengan sesama, kita dilatih untuk menahan pandangan, pendengaran, kata dalam bicara, tindak dalam perbuatan, bisikan dalam hati, serta membersihkan keruh dalam fikiran. Kita dilatih untuk konsisten dalam amal, bersabar dalam sholat-sholat yang banyak dan panjang disetiap malam, kita pun dilatih untuk mencintai al-QurĂ¡n, juga yang tak kalah penting kita dilatih untuk mau memaafkan semua kesalahan semua orang.


Ramadhan laksana kepompong
Menghimpit raga lewat lapar dan dahaga
Menghisap energi melalui laku menahan pandang
Membelenggu sukma melalui tapa lisan


Ya, Ramadhan adalah hadiah terindah
Dari Sang Pencinta untuk hambaNya


Barang siapa yang bersedia memasukinya
Tak hanya dengan lapar dahaga
Tapi juga dengan keikhlasan tapa lisan
Maka, Ramadhan akan jadi kepompong baginya

Semoga Allah Yang Maha Menyaksikan senantiasa melimpahkan inayah-Nya sehingga setelah ‘kepompong’ Ramadhan ini kita masuki kita kembali pada ke-fitri-an bagaikan bayi yg baru lahir. Sebagaimana seekor ulat bulu yg keluar menjadi seekor kupu-kupu yg teramat indah dan mempesona amiin.**

S E L E S A I

Senandung Al Qur'an


19 Ramadhan 1433 H

Di surau kami yang sederhana terlantun ayat-ayat suci al qur'an...
Malam itu  di juz 30, kami mengkhatamkan bacaan qur'an selama ramadhan ini.


Kemudian lamat-lamat dipanjatkan sebuah doa...
Doa yang syahdu dan menggetarkan kalbu...

Allahummar hamna bil Quran

waj’alhu lana imaamau wa nuurau wa hudaw wa rahmah
Allahumma dzakkirna minhu maa nasiina
wa ’allimna minhumaa jahiilna
warzuqna tilaawatahu
aana al laili wa athrofannahar
waj’alhu lana hujjatan
Yaaa rabbal ‘alamiin

Ya Allah kasih sayangilah daku
dengan sebab AlQuran ini
Dan jadikanlah AlQuran ini
sebagai pemimpin
sebagai cahaya
sebagai petunjuk
dan sebagai rahmat bagiku
Ya Allah ingatkanlah daku
apa-apa yang aku lupa dalam AlQuran
yang telah Kau jelaskan
dan ajarilah apa-apa yang aku belum mengetahui
Dan kurniakanlah daku
selalu sempat membaca AlQuran
pada malam dan siang hari
Dan jadikanlah AlQuran ini
sebagai hujjah bagiku

*Alhamdulilah ..telah kurasakan nikmat ramadhanMu malam ini ya Rabb,
pada malam ganjil sebagaimana Kau janjikan di malam2 inilah akan datang Lailatul Qodar...
Bantulah hamba untuk dapat meraihnya, meraih malam kemuliaanMu itu...ya Rabb


*hanya untuk mengharap keridhoanMu....  *

Sabtu, 21 Juli 2012

Bintang Ramadhan

Ini catatanku pada Ramadhan tahun lalu, 1432 H.....

Setiap tahun , setiap ramadhan...panitia ramadhan dengan personil yang tidak berubah telah menyusun acara untuk kegiatan satu bulan penuh. Dan inilah sebuah kepanitiaan yang akan bekerja dgn waktu terlama, bayangkan..sebulan penuh..!! Rasanya jarang ya..ada peristiwa yang berlangsung selama sebulan penuh . Jabatan untuk tiap-tiap panitiapun tak pernah berubah, kecuali untuk Ketua yang dilakukan secara bergilir dari tahun ke tahun. Dan saya selalu dipercaya untuk menjadi koordinator acara khusus untuk anak-anak.

Selain acara harian rutin seperti taraweh, kultum dan tadarus, sahur bersama, buka bersama anak-anak yatim dan dhuafa, pengajian subuh di hari minggu, buka/sahur on the road,  acara khusus untuk anak-anakpun tak pernah ketinggalan. Sehari sebelum bulan puasa, anak-anak sudah dilibatkan dalam acara Tarhib Ramadhan, menyambut bulan penuh berkah dengan pawai keliling komplek . Tua muda turun ke jalanan komplek di malam hari dengan membawa obor. Anak-anak meneriakkan yel-yel semangat untuk berpuasa, para orang tua mengumandangkan kebesaran Allah dan sholawat nabi. Sungguh meriah !


Acara khusus untuk anak-anak yang lainnya adalah Ramadhan Ceria. Disini ada bermacam-macam lomba yang bisa diikuti oleh anak mulai TK hingga SMP. Seperti tahun-tahun sebelumnya, lomba mewarnai/menggambar, lomba membaca hafalan surat juz'amma, lomba adzan dan cerdas cermat. Tapi tahun ini lomba cerdas cermat diganti menjadi RANKING SATU. Mengacu pada sebuah acara kuis di salah satu station TV. Dalam acara ini terlihat keceriaan anak-anak  mengikuti berbagai lomba, meskipun berpuasa mereka tetap semangat dan gembira ..mengukir sebuah prestasi. Subhanallah...

Selain acara lomba, anak-anakpun selalu dilibatkan pada acara santunan dan buka puasa bersama anak yatim dan dhuafa sekaligus pula memperingati nuzulul Qur'an. Anak-anak akan mengisi acara untuk menghibur teman-temannya yang kurang beruntung yang berjumlah +/- 100 itu. Selain bernasyid, sajak/puisi, parade hafalan surat pendek, tahun ini saya merancang sebuah acara operet untuk mereka. Operet ini berjudul Kepompong Ramadhan.


Operet Kepompong Ramadhan bercerita tentang proses metamorfosis ulat menjadi kupu-kupu yang indah dan diibaratkan bahwa berpuasa mirip proses seperti itu, berada dalam sebuah kepompong untuk menjadi berubah menjadi insan yang lebih bertaqwa, itulah kepompong ramadhan. Persiapan untuk acara ini biasanya pun dilakukan secara mendadak, karena anehnya idenya pun selalu datang tiba-tiba. Cukup dengan hanya latihan 1-2 kali saja sepulang taraweh. Insya Allah kepompong ramadhan akan ditampilkan pada hari Rabu, 17 Ramadhan besok. Semoga berhasil memukau para undangan dan anak-anak yatim itu, seperti juga tahun-tahun sebelumnya. Doakan ya...! Dan tahun inipun panitia membeli seperangkat alat musik marawis khusus untuk anak-anak...! Alhamdulillah, saat tulisan inipun dibuat, terdengar suara alat musik itu dari mesjid, rupanya anak-anak sedang berlatih marawis untuk mengisi acara besok..:)

Di akhir minggu bulan puasa, akan diadakan pemilihan anak yang paling rajin dan tertib dalam melaksanakan ibadah salat taraweh. Seorang putra dan putri. Biasanya pemilihan dilakukan berdasarkan penilaian para orang tua yang secara diam-diam memata-matai perilaku setiap anak saat taraweh. Anak yang terpilih akan mendapatkan hadiah dari panitia.

Semua kegiatan khusus ini  bertujuan untuk memberi kesan yang mendalam terhadap bulan puasa bagi anak-anak. Dan diharapkan mereka menjadi lebih bersemangat dalam menyambut setiap ramadhan, mendapat pengalaman yang bermanfaat dan tak terlupakan sepanjang hidupnya, dan yang lebih penting adalah semoga mereka menjadi generasi penerus yang mencintai mesjid dan selalu menyemarakkan ramadhan dengan syiar-syiar islami, menjadi Bintangnya Ramadhan..!!

Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi setiap langkah,  ikhtiar dan doa kami, aamiin.

**Rumah Belajar Rifansa, 16 Agustus 2011*

Indahnya Hidup di Bawah Naungan Al Qur;an

l
“Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan ditengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan”.
(QS. Al An’am (6) : 122)
Ayat di atas terkait dengan do’a Rasulullah SAW yang memohon kepada Allah agar Islam dikuatkan dengan 2 diantara “Umar” (Umar Bin Hisyam – Abu Jahal dan Umar bin Khottob) yang menjadi pemuka Quraisy saat itu, ternyata Allah memilihkan untuk Rasulullah dan Kaum Muslimin Umar bin Khattob. Sebagai seorang yang mendapat hidayah Allah menggambarkan Umar sebagai orang yang “dihidupkan” kembali dengan ruh Al Qur’an dan kemudian mampu menerangi orang-orang disekitarnya.
al qur'an
Pelajaran penting yang bisa dapatkan adalah bahwa kedudukan Al Qur’an bagi seorang muslim merupakan ruh kedua. Jika jasad ini hidup karena ditiupkannya ruh dari sisi Allah SWT, maka kehidupan ini akan bermakna jika diisi dan dihiasi dengan ruh Al-Qur’an. Betapa hampa dan malangnya kehidupan anak manusia yang jauh dari nilai-nilai Al-Qur’an dia tidak lebih bagai mayat hidup yang berjalan tan tujuan dan arah.
Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amalnya dengan cukup dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (QS. 24:39)

Tujuh Fungsi Al Quran
Bagi muslim atau muslimah, Kitabullah adalah bimbingan hidup yang paripurna. Ia tidak hanya menunjuki jalan yang mesti ditempuh dalam mengarungi lautan kehidupan, memberikan obor dalam kepekatan zaman, tetapi juga menjadi hiburan di sepanjang jalan. Dalam untaian doa, Rasulullah menjelaskan kapada kita bahwa Kitabullah adalah petunjuk hidup setiap muslim. Renungkanlah doa Rasulullah berukit ini,
Ya Allah rahmatilah aku dengan Al Quran
Jadikanlah dia itu pemimpin, cahaya, petunjuk dan tanda kasih sayang(Mu) bagiku
Ya Allah ingatkanlah aku sesuatu yang aku lupa darinya
Dan ajarkanlah aku segala yang aku belum ketahui daripadanya.
Rizkikanlah kepadaku untuk selalu membacanya baik diwaktu malam maupun siang
Jadikanlah dia argumen bagiku, wahai Rabb semesta alam
Inilah doa yang unik dan istimewa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada umatnya. Doa ini dapat kita baca seusai membaca Al Quran dengan harapan Allah mengabulkan permohonan kita yang terkandung di dalamnya. Dari doa ini kita memahami bahwa Kitabullah Al Quran mengandung fungsi,
1. Pemimpin (Imam).
Kitabullah bagaikan perintah harian yang datang dari Raja Alam Semesta, Allah Azza wa Jalla. Kepemimpinan Allah sangat dominan pada orang-orang yang beriman karena ia selalu berinteraksi dengan Al Quran. Ia mengetahui bagaimana Allah mengatur hidupnya: menyuruh, melarang, menganjurkan, menghibur dirinya melalui Kitabullah. Dari Kitab ini mereka menemukan kepastian apa yang harus diperbuatnya dalam kegiatan sehari-hari baik bagi kehidupan individu maupun dalam masyarakat. (17:71-72)
2. Cahaya (Nuur)
Yaitu cahaya yang menerangi kegelapan hidup. Hidup tanpa cahaya pastilah berada dalam gelap gulita, tidak mengenal kebenaran, tidak mengenal Allah dan kekuasannya sehingga seperti orang buta yang tidak tahu jalan. Meraba-raba tak tahu arah dan tujuan. Dengan Kitab ini Allah menjadikan hidup ditaburi cahaya iman. Al Quran menerangi jalan yang harus ditempuh sehingga kita tidak akan sesat atau keliru jalan. (42:52)
3. Petunjuk (Al Huda)
Yaitu bumbingan Allah yang terus menerus menunjuki jalan kebenaran dan lurus. Ia memberikan rambu-rambu yang harus dilalui sepanjang jalan dan memberikan pedomannya agar tidak sesat. Dengan petunjuk ini orang beriman akan mampu membedakan mana yang haq dan mana yang bathil, yang benar dengan yang salah, yang baik dengan yang buruk. Ia tidak akan terperosok pada kebhatilan dengan meninggalkan kebenaran. Jalan yang dilalui dalam hidupnya akan pasti, tiada keraguan atau syubhat, seluruhnya serba jelas. (2:185)
4. Kasih Sayang Allah (Rahmah)
Kitabullah adalah tanda (simbol) dari cinta Ilaahi kepada hamba-Nya yang beriman. Karena cinta-Nya dibimbinglah orang-orang yang mukmin itu mengenal kebesaran dan kemuliaan-Nya, mengenal hakikat hidup dunia dan akherat. Tatkala dibaca, terasalah resapan kasih sayang Allah yang sangat besar. Kasih sayang dari Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang dirasakan di dunia ini dan yang dijanjikan-Nya di akherat. (16:89)
5. Pengingat (Adz Dzikru)
Kitabullah ini bernama juga “Adz Dzikru”. Al Quran adalah metoda Ilahi untuk mengingatkan manusia pada hukum dan undang-undang-Nya, menyadarkan manusia akan adanya hari berbangkit dan pembalasan. Tilawah (membaca) Al Quran adalah dzikir yang lebih utama daripada menyebut-nyebut nama Allah. Melaksanakan Kitabullah ini adalah melakukan dzikir dalam bentuk amal. Disamping itu, membaca Al Quran dengan berulang-ulang menggairahkan  manusia untuk balajar dan bekerja guna mencapai kebahagiaan hari akherat.(54:17, 22, 40)
6. Penerangan (Hidayat)
Yaitu penerangan kepada manusia tentang berbagai rahasia kehidupan serta misteri ghaib yang menjadi pertanyaan di benaknya. Kitabullah menerangkan hakikat hidup, hakikat ketuhanan (Rububiyah), hakikat penghambaan, hakikat manusia dll yang sangat bermanfaat bagi manusia. Semua yang diterangkan Kitabullah merupakan ilmu sejati yang membuat manusia hidup tentram dan bahagia. (3:138)
7. Argumentasi (Hujjah) atau Bukti (Burhan)
Al Quran penuh berisi argumentasi  yang akurat untuk mematahkan segala bentuk logika kekufuran yang dimiliki orang-orang kafir. Setalah memahami Kitabullah, tidak ada satu jalanpun untuk mengingkari kebenaran atau menyimpang daripadanya. Kitabullah ini juga akan menjadi bukti di hari kiamat nanti terhadap perjalanan hidup mu’min. (11:17)
Kewajiban Kita Terhadap Al Quran
Setiap muslim yang bertaqwa menyadari sepenuhnya apa yang menjadi kewajibannya terhadap hidayah Allah ini. Kewajiban itu dilaksanakan dengan penuh cinta dan ridha tanpa rasa keberatan maupun keraguan. Ia senantiasa bersedia meluangkan waktu, mencurahkan pemikiran dan tenaganya.
1. Membaca Al Quran
Kitabullah ini membacanya merupakan ibadah. Allah memberikan pahala untk setiap huruf yang dibaca dengan kabaikan (hasanat). Membaca kitabullah merupakan ibadah yang paling utama dari seluruh rangkaian ibadah yang ada. Membaca Al Quran menjadi inti dan kewajiban didalam melaksanakan sholat, menjadi kebiasaan yang disunnahkan di siang maupun malam. (35:29 / 10:61)
Rasulullah tidak bosan-bosannya mengingatkan kaum muslimin agar senantiasa membaca Al Quran. Banyak hadits Rasulullah memerintahkan umat ini selalu membaca Kitabullah atau belajar membacanya dengan makhroj yang baik dan ilmu tajwid yang benar. Misalnya rangsangan Rasulullah berikut ini,
“Orang yang membaca Al Quran dan ia mahir membacanya bersama dengan safarotil kiro,il baroroh (malaikat yang mulia) dan orang membaca Al Quran tetapi ia terbata-bata dalam lafalnya dan tertahan-tahan maka dia mendapat dua pahala”. (HR. Mutafaq alaihi)
Dikatakan kepada para pencinta Al Quran di hari akhirat,“Bacalah dan naiklah (derajatmu di syurga) dan tartilkanlah sebagaimana engkau mentartilkan Quran di dunia. Karena sesungguhnya kedudukanmu berada pada akhir ayat yang engkau baca”.(HR. Abu Daud dan At Tirmidzi)
Tidak boleh hasad (iri dengki) kecuali kepada dua unsur, seseorang yang diberi Allah Al Quran kemudian dibacanya baik pagi maupun malam hari dan seseorang yang diberi Allah rezeki kemudian diinfakkannya siang maupun malam. (HR. Mutafaq alaihi)
2. Mentadabburkan Isi Al Quran
Metadabburkan artinya mengkaji dan mempelajari kendungan hikmah yang Allah ajarkan didalamnya. Membaca saja belum cukup, karena mungkin orang membaca tetapi tidak memahami kandungan isinya. Karena itu harus dilakukan pengkajian dan pendalaman isinya melalui tadabur. Hikmah Al Quran tidak akan pernah habis digali dan sangat bermanfaat bagi orang-orang yang mengimaninya. Inilah perintah Allah. (47:24 / 38:29)
3. Mengamalkan Isi Kitabullah
Yaitu melaksanakan apa yang diperintahkan Allah didalamnya serta menjauhi apa saja yang dilarang Allah. Karena amal itu merupakan asas diberikannya pahala (jaza-u) oleh Allah. (9:105)           Tak ada satu pun dari ketiga kewajiban ini yang boleh ditinggalkan, semua wajib dilakukan. Setiap saat Al Quran mesti membimbing kita. Sikap lalai dan suek terhadap Al Quran merupakan dosa dan perbuatan yang dibenci oleh Allah.
Kita sangat prihatin, karena dalam kenyataan banyak juga kaum muslimin yang lalai dari Al Quran. Mereka hanya mengagungkan fisiknya tetapi isi dan kandungannya ditinggalkan. Al Quran hanya dibaca bila ada kematian atau selamatan. Tidak ada upaya untuk mengkaji isinya secara mendalam. Ada lagi orang yang merubah fungsi Kitabullah ini. Ia dijadikan alat untuk mencari kesenangan kehidupan dan bukan pedoman hidup. Al Quran dinyanyikan dan diperlombakan, demi meraih gelar juara dan kemasyhuran, tetapi hukum dan undang-undangnya ditinggalkan.
Karena itu, tidak ada jalan lain yang lebih utama selain senantiasa membaca, mentadabburkan, mengajarkan dan mengamalkan. Bukankah Rasulullah bersabda,
“Sebaik-baik kamu adalah orang-orang yang mempelajari dan mengajarkan Al Quran). (HR. Bukhari & Muslim)
Bila ketiga kewajiban ini dilaksanakan, maka mukmin atau mukminah akan merasakan kenikmatan hidup bersama Al Quran. Kenikmatan yang tidak mungkin dirasakan oleh orang yang tidak mengimani Kitabullah ini. Hanya dengan menjadikan Kitabullah sebagai petunjuk jalan, manusia akan selamat di dunia maupun akhirat. Al Quran akan menjadi suatu hujjah (argumen) dihadapan pengadilan Allah. Ia akan memberi syafaat kepadanya, sebagaimana sabda Rasulullah,
“Bacalah Al Quran karena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari Kiamat. (HR Bukhari & Muslim)

nikmatnya membaca al qur'an

Cobalah rasakan kenikmatan ketika membaca Al Qur'an Nur Kariim
rasakan setiap huruf yang keluar dari mulut  kita
dari bibir,
dari tenggorokan atas ,tenggorokan tengah dan tenggorokan bawah,
dari ujung lidah, tengah lidah, pangkal lidah, dan sisi lidah..
rasakan sensasi yang berbeda ketika mengucapkan setiap hurufnya

Nikmat terasa dan sungguh indah terdengar
ketika mengucapkannya dengan Idzhar (jelas)...
dengan Idghom bighunnah ( dengung)....
dengan Mad (panjang pendek yang telah diatur)....
dengan Qolqolah...

Sungguh Al Qur'an diciptakan dengan segala keindahan
Membacanya dengan tartil akan melahirkan kenikmatan yang luar biasa
Mendengarnya dengan khusyuk akan mendatangkan kesejukan dan ketenangan

Lirik dan melodi manapun tak akan mampu
mengalahkan kenikmatan saat melantunkannya
dan keindahan saat mendengarkannya

SUBHANALLAH....

Jumat, 22 Juni 2012

Just Sharing....:)

Aku sering memperhatikan anak-anak . Bukan hanya anak-anakku, tapi juga anak-anak yang lain. Bagaimana tidak ? karena setiap hari aku berinteraksi dengan anak-anak. Mulai dari TK sampai SMP.

Anak TK, selalu menyenangkan . Karakter mereka unik. Berbeda satu dengan yang lainnya. Ketika seorang ibu menanyakan berapa lama waktu yang diperlukan hingga anaknya bisa membaca dan menulis? Aku tak bisa memberikan jawaban pasti seperti 3 bulan, 4 bulan atau bahkan 10 bulan. Karena masing-masing anak berbeda kemampuan, berbeda ciri dan karakternya, berbeda cara mereka menerima materi. Maka aku tak bisa mentargetkan sekian bulan anak ibu bisa membaca atau menulis. Aku hanya mengatakan, kalau ibu percaya kepada saya, insya Allah anak ibu akan siap ketika akan masuk sekolah dasar. Itu saja. Dan selama ini metode yang saya sampaikan untuk anak-anak , alhamdulilah diterima dengan baik oleh anak-anak maupun orang tua murid.

Usia sama, kelas sama ..tapi metode pembelajaran yang disampaikan kepada mereka belum tentu bisa sama . Ada anak yang bisa langsung belajar ke materi pokok , ada anak yang harus dimunculkan dahulu mood belajarnya dengan bermain  ,  dibacakan cerita  atau menyanyi dulu . Aku harus mengetahui secara pasti karakter dan sifat dari masing-masing anak untuk bisa menentukan metode belajar  seperti apa yang bisa diterapkan terhadap mereka.

Suatu hari , ada seorang anak TK datang ke tempat les dengan wajah cemberut , bahasa tubuhnya loyo, datang ke rumahku bukan ke ruang belajar tapi malah duduk di depan TV. Aku menyapanya , bertanya basa basi tapi tak satupun jawaban keluar dari mulutnya. Hmmm..bagaimana bisa belajar kalau moodnya seperti itu ? Aku masuk ke ruangan belajar sambil kunyalakan lagu dari hp ku , sebuah lagu girl band yang sedang ngetop . Dan seperti dugaanku, anak itu datang menghampiriku lalu dia mulai menyanyi mengikuti lagu tersebut. Satu lagu selesai, kini lagu yang kedua, lagu ketiga...semua lagu kesukaannya, dan tanpa disadari anak itu mulai menulis , membaca dan menghitung sambil terus diiringi musik dari hp .

Begitulah caraku mengajar. Aku senang berburu macam-macam permainan kartu dalam bahasa inggris maupun bahasa indonesia, permainan yang merangsang otak anak atau  kadang kuciptakan sendiri sebuah game/permainan . Semua itu bertujuan untuk bisa merangsang /menimbulkan mood dan memotivasi belajar anak-anak.

Lain lagi anak SD . Mereka lebih suka ngobrol dulu sebelum belajar. Contoh , seorang anak yang hobinya main bola, sebelum masuk materi pelajaran aku rangsang dulu dia  bercerita tentang hobinya. Begitu semangat dia bercerita dan seketika itu moodnya untuk belajarpun muncul. Bahkan dia lebih bersemangat belajar karena mereka senang telah menceritakan pengalamannya bermain bola, kegiatan  yang menyenangkan bagi mereka.

Siswa SMP . Seperempat jam pertama nya adalah sesi curhat. Tentang temannya, adiknya, kakaknya , gurunya atau hobinya. Membicarakan tajuk/berita yang sedang menjadi tranding topic di twitter, facebook atau media lainnya adalah materi wajib sebelum belajar. Saat semangat dan mood mulai menyala maka aku arahkan mereka pada materi pelajaran yang akan dipelajari.

Kini setelah menjalani ujian/ulangan kenaikan kelas, mereka akan menerima hasil belajar selama ini. Dan liburanpun tiba. Ya..sudah simpanlah dulu tas dan bukumu anak-anak...saatnya kalian membebaskan otak dan pikiran dari materi-materi pelajaran yang cukup berat itu...:D . Isi liburanmu dengan hal-hal yang positif dan menyenangkan untukmu. OK...!! Happy Liburan ya..!! :))