Kamis, 29 Maret 2012

Jangan Mencari Khusyuk......





Pernah baca buku Pelatihan Shalat Khusyu : Shalat sebagai meditasi tertinggi dalam Islam, karangan Abu Sangkan.

Satu prinsip utama dalam kiat sholat khusyuk di buku itu adalah, jangan ‘mencari’ khusyu’, cukup siapkan diri untuk ‘menerima’ khusyu’ itu, karena khusyu’ bukan kita ciptakan tapi ‘diberi langsung’ oleh Allah sebagai hadiah nikmat kita menemuiNya. Nah, kunci supaya diberi khusyu itu adalah Rileks.

Rileks disini digambarkan seperti ini : Kepala hingga pinggang dikendorkan, jatuh laksana kain basah yang dipegang ujungnya dari atas. Berat badan mengumpul di kaki yang kemudian serasa keluar akarnya, mengakar ke bumi. Berdiri santai, senyaman kita berdiri. Abu Sangkan menggambarkan laksana pohon cemara, meluruh atasnya, kokoh akarnya sehingga luwes tertiup angin namun tak roboh.

Jadi kita harus bersikap rileks menyiapkan diri kita untuk siap ‘menerima’ karunia khusyu’, karena khusyu’ itu diberi bukan kita ciptakan.

Saat kita sholat, bukan hanya fisik kita aja, tapi ruh kitapun ikut sholat,,dan sebenarnya ruh inilah yg benar2 ingin menemui Tuhannya, badan dan bacaan kita sbg pelantaranya. Nah , ruh ini ingin sholat dgn tenang, santai dan tuma'ninah, tapi badan kita inginnya ngebut, jadilah ruh ini jengkel.., makanya tips sederhana lainnya utk khusyuk dlm buku ini adalah ketika kita ruku, tungguuu....sampai ruh pun ikut rukuk, setelah itu baru baca bacaan rukuk dgn perlahan, ketika itidal, tungguuu...hingga ruhpun ikut itidal..baru bacaan lagi, demikian pula ketika sujud..tungguu hingga ruh pun ikut sujud, lalu baca "subhaana rabbiyal a'la wabihamdih' .
Demikian pula utk setiap gerakan sholat yang lainnya hendaknya dilakukan secara tuma'ninah...tungguu hingga ruh pun melakukan gerakan itu.

Bacaan doa diantara dua sujud (duduk iftirasy)  merupakan doa yang  sangat dahsyat  artinya, coba dibacanya terputus-putus sambil diresapi artinya..robbighfirlii (ya rabb ampuni saya)..warhamnii(sayangi aku.)..wajburni, warfa'ni, warzukni, wahdini, wa a'fini wa fu'anni, seolah2 kita sdg berdialog dgn Allah, karena esensi sholat adalah doa, berdialog langsung dgn Allah.

Sebagai manusia biasa, tentunya tidak mudah  utk bisa melakukan sholat khusyuk . Tapi setidaknya kita harus mengusahakan agar sholat kita khusyuk karena sebenarnya yang susah itu bukan sholat khusyuk itu melainkan membullatkan tekad untuk khusyuk. Bila Niat /tekad kita kuat utk khusyuk maka anggota tubuh yang lainnya akan ikut khusyuk. Bahkan dikatakan walau khusyuk kita tidak 100% hadir dari awal hingga akhir, namun apabila selesai sholat kita merasakan perasaan yg tenang,nyaman, enggan berbuat dosa..'tanha 'anil fahsya 'iwal munkar ..maka bisa dikatakan sholat kita khusyuk , katanya....

yaah....wallahu'alam... dosa-dosa kita masih banyak ya, jadi mungkin sholat kita yang belum khusyuk...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

your comment, pleeaseee...:)